Jelajah
Selamat datang di website Desa Banyuadem semoga bermanfaat. Terima kasih anda telah berkunjung di website Desa Banyuadem
IMG-LOGO

Desa Banyuadem Memiliki Potensi SDA Hayati Yang Masih Tersimpan

Create By 08 July 2022 Views

Buah kelapa merupakan salah satu komoditas yang bernilai komersial tinggi yang bisa dimanfaatkan manusia sebagai sumber penghidupan. Di Desa Banyuadem buah kelapa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi warga masyarakat. Hal tersebut terbukti di wilayah Desa Banyuadem, Kecamatan, Srumbung, Kabupaten Magelang, terdapat ribuan tanaman pohon kelapa yang dibudidayakan oleh warga.

Desa yang memiliki bentang luas wilayah 204 hektar tersebut,  terdiri dari 160 ha lahan perkebunan salak pondoh dan pohon kelapa di sela-selanya, 7 ha lahan pertanian lainnya, dan 37 ha  menjadi lahan pemukiman bagi warga, berpenghuni  penduduk sejumlah 2.400 jiwa, dengan mayoritas mata pencaharian penduduknya selain pekebun salak pondoh, sebagian lainnya adalah penderes nira atau memproduksi gula jawa sebagai sumber penghasilannya, sehingga tidak heran jika di Desa Banyuadem banyak di dapati hamparan tanaman pohon kelapa. Pohon kelapa yang dimanfaatkan untuk diambil niranya hanya sebagian kecil saja jika dibandingkan dengan jumlah pohon kelapa yang ada di Desa Banyuadem yaitu sekitar 1500 pohon saja, selebihnya pohon kelapa di Desa Banyuadem dibudidayakan untuk menghasilkan buah kelapa. Dengan memiliki tingkat kesuburan tanah yang cukup bagus, dengan ketinggian 450 dpl, maka di Desa Banyuadem masih cocok sebagai lahan budidaya pohon kelapa. Karena menurut teori para ahli bahwa tanaman kelapa akan tumbuh bagus dan produktif dibawah ketinggian 500 m dpl.

Desa Banyuadem Kecamatan Srumbung, merupakan salah satu desa penghasil kelapa di Kabupaten Magelang. Desa Banyuadem menyimpan potensi sumber daya alam hayati berupa kelapa dalam jenis Upat-upat, yaitu kelapa dengan ukuran lebih besar dan berdaging buah lebih tebal jika dibandingkan dengan kelapa dalam pada umumnya. Kelapa ini sudah lama dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Banyuadem, melihat potensi tersebut maka Pemerintah Desa Banyuadem bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang melalui Bidang Perkebunan melakukan  kegiatan identifikasi Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Penetapan Pohon Induk Terpilih (PIT) kelapa Dalam jenis Upat-upat sebagai sumber benih kelapa dalam Upat-upat unggul lokal. Hasil identifikasi lapangan untuk penetapan dan penilaian BPT dan PIT kelapa Dalam jenis Upat-upat di Desa Banyuadem seluas 8 blok yang meliputi Blok 1 di Dusun Trolikan, Blok 2 Dusun Cungkup, Blok 3 Dusun Banyuadem, Blok 4 Dusun Bakalan, Blok 5 Dusun Suruh, Blok 6 Dusun Ganden, Blok 7 Dusun Gambrengan, dan Blok 8 Dusun Dadap Wangi. Dari hasil pemetaan dan identifikasi di lapangan yang meliputi 8 Blok tersebut didapatkan populasi sebanyak 365 PIT (Pohon Induk Terpilih) calon bibit unggul lokal kelapa dalam jenis Upat-upat yang dipilih dengan produksi 13 hingga 15 buah per tandan dan 9 tandan setiap pohon per tahunnya. Dari ke 8 Blok yang dilakukan pendataan tersebut didapat 365 PIT Kelapa dengan potensi produksi 47.651  buah per tahun, dari sejumlah tersebut maka dapat digunakan untuk program peremajaan dan pengembangan kelapa di Desa Banyuadem maupun desa-desa lain di wilayah Kabupaten Magelang.

Asal-usul Kelapa Dalam Jenis Upat-upat di Desa Banyuadem

Menurut informasi yang berikan oleh Supriyadi selaku Kepala Desa Banyuadem, dia menceritakan sejarah asal usul keberadaan kelapa dalam jenis upat-upat di Desa Banyuadem. Menurut dia pohon kelapa jenis Upat-upat ini dibudidayakan oleh warga Desa Banyuadem sudah sejak sekitar tahun 60 an oleh seorang petani yang tinggal di Dusun Suruh bernama Marto Rejo. Ia menanam pohon kelapa dalam jenis upat-upat ini di pekarangan rumah sejumlah 30 pohon, kemudian pada tahun 1970 baru mulai dikembangkan bibitnya pada lingkup keluarga, yaitu diberikan kepada putra-putranya dan saudaranya sejumlah 9 orang yang masing-masing diberi kurang lebih 15 bibit kelapa upat-upat tersebut. Selanjutnya pohon kelapa upat-upat ini mulai dibudidayakan di dusun lain di wilayah Desa Banyuadem seperti Dusun Dadapwangi, Dusun Bakalan dan Dusun Banyuadem. Dengan memiliki kelebihan kwalitas yang lebih bagus jika dibandingkan dengan jenis kelapa lainnya, maka buah kelapa jenis ini layak untuk dibudidayakan lebih banyak lagi agar masyarakat petani di Desa Banyuadem semakin sejahtera. (Satria).