Jelajah
Selamat datang di website Desa Banyuadem semoga bermanfaat. Terima kasih anda telah berkunjung di website Desa Banyuadem
IMG-LOGO

Kelapa Upat-Upat Desa Banyuadem Berpotensi Layak Menjadi Kelapa Unggulan di Indonesia

Create By 22 July 2022 Views

Magelang 22 Juli 2022

 

Desa Banyuadem Kecamatan Srumbung, merupakan salah satu desa penghasil kelapa di Kabupaten Magelang. Desa Banyuadem menyimpan potensi hayati berupa kelapa Dalam jenis Upat-upat, yaitu kelapa dengan ukuran lebih besar dan berdaging buah lebih tebal jika dibandingkan dengan kelapa Dalam pada umumnya. Kelapa ini sudah lama dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Banyuadem, melihat potensi tersebut maka Pemerintah Desa Banyuadem berniat untuk mengembangkan kelapa tersebut untuk menjadi pohon bibit unggul. Hal tersebut menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Magelang untuk menindak lanjuti pengembangan potensi pohon kelapa dalam upat-upat di Desa Banyuadem tersebut menjadi pohon induk bibit unggul.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang melalui Bidang Perkebunan melakukan  kegiatan identifikasi dan penelitian  pada Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Penetapan Pohon Induk Terpilih (PIT) kelapa Dalam jenis Upat-upat sebagai sumber benih kelapa unggul lokal. Identifikasi dan penelitian pohon induk terpilih tersebut dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamir 6-7 Juli 2022. Tim peneliti dan identifikasi PIT dipimpin langsung oleh Prof. Hengky Novarianto dari Balai Palma Menado Kentrian Pertanian RI, sedangkan tim peneliti tersebut beranggotakan antara lain dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya 3 orang, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang 4 orang, Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan Provinsi Jawa Tengah di Salatiga 3 orang, BPSB Jawa Tengah di Sukoharjo 4 orang, Petugas Penyuluh Lapangan dari BPP Kecamatan Srumbung 5 orang, serta dibantu Perangkat Desa Banyuadem 8 orang.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan, Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, Camat Srumbung Budi Riyanto, serta beberapa kepala desa sekitar Desa Banyuadem.

Hasil identifikasi dengan mengambil sampel 30 pohon secara acak dari 365 PIT telah diketahui bahwa kelapa dalam upat-upat di Desa Banyuadem rata-rata memiliki berat bersih daging buah terendah antara 500 gr hingga 750 gr.

Disela kesibukanya ditengah-tengah kegiatan tersebut Prof. Hengki selaku pimpinan ti peneliti menuturkan, ketika ditanya tentang apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa untuk bisa menjadi berkwalitas baik, “syarat tumbuh kelapa untuk menjadi besar dan berkualitas baik itu di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor genetika dan lingkungan, artnya lingkungan yang mendukung untuk tumbuh kelapa yang bagus yaitu di bawah 450 dpl, Kelapa upat-upat di Desa Banyuadem ini rata-rata berukuran besar jika dibandingkan dengan farietas kelapa dalam yang ada di Indonesia, jadi kelapa dalam jenis upat-upat ini layak untuk dikembangkan menjadi benih kwalitas unggul di Indonesia kedepannya” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa kelapa dalam upat-upat ini juga bisa tumbuh lebih bagus jika ditanam dilingkungan dataran yang lebih rendah, perlu diketahui bahwa ketinggian wilayah Desa Banyuadem berada di 450 dpl.

Hasil identifikasi lapangan sebelumnya untuk penetapan dan penilaian BPT dan PIT kelapa Dalam jenis Upat-upat di Desa Banyuadem seluas 8 blok yang meliputi Blok 1 di Dusun Trolikan, Blok 2 Dusun Cungkup, Blok 3 Dusun Banyuadem, Blok 4 Dusun Bakalan, Blok 5 Dusun Suruh, Blok 6 Dusun Ganden, Blok 7 Dusun Gambrengan, dan Blok 8 Dusun Dadap Wangi. Dari hasil pemetaan dan identifikasi di lapangan yang meliputi 8 Blok tersebut didapatkan populasi sebanyak 365 PIT (Pohon Induk Terpilih) calon bibit unggul lokal kelapa Dalam jenis Upat-upat yang dipilih dengan produksi 13 hingga 15 buah per tandan dan 9 tandan setiap pohon per tahunnya. Dari ke 8 Blok yang dilakukan pendataan tersebut didapat 365 PIT Kelapa dengan potensi produksi 47.651  buah per tahun, dari sejumlah tersebut maka dapat digunakan untuk program peremajaan dan pengembangan kelapa di Desa Banyuadem dan desa-desa lain diwilayah Kabupaten Magelang. (Satria)